Minggu, 27 April 2014

taksonomi pendidikan



10274167_10200740272827926_7926537138594856063_n.jpg    



TAKSONOMI PENDIDIKAN

                                                                                                                                    
 BAB 1
TAKSONOMI PENDIDIKAN



 KEBUTUHAN AKAN TAKSONOMI

Di dalam buku ini, kita menggunakan istilah tujuan (objective) untuk menyebutkan hasil belajar siswa yang telah di rencanakan dengan sengaja. Dalam kriteria yang tepat untuk menyeleksi objek, pengalaman dan ide-ide yang sama di buat berdasarkan prinsip-prinsip yang akan di gunakan sebagai membedakan kategori-kategori tersebut. dalam setiap ciri- ciri tersebut berdasarkan kategori yang telah di klasifikasikan dalam kerangka pikir itu akan membantu guru lebih memahami apa yang telah di tempatkan dalam kategori- kategori tersebut.
Dalam prinsip tersebut terdapat prinsip- prinsip klasifikasinya yang mencakup ciri-ciri fisik, misalkan tempat tinggal, dan atau lokasi temuan tulang kerangka. Taksonomi adalah sebuah kerangka pikir khusus. Kategori-kategori merupakan kontinum dalam sebuah taksonomi. Kontinum ini misalnya frekuensi gelombang warna. Dalam taksonomi bloom ini hanya mempunyai satu dimensi. Sedangkan taksonomi revisi ini memiliki dua dimensi. Dalam pengertian dua dimensi adalah proses kognitif dan pengetahuan. Dalam dimensi pengetahuan adalah berisikan empat kategori : faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Kategori- kategori ini di anggap merupakan kontinum dari yang konkrit sampai yang abstrak.

MENINGKATKAN DAN MEMANFAATKAN PEMAHAMAN KITA

Dan setelah kita memahami suatu tujuan taksonomi. Dan setelah itu para guru memahami  masalh-masalah pendidikan, pengajaran, dan proses belajar.
Hal –hal terpenting yang menyangkut masalah-masalah tersebut :
1.     Apa yang perlu di perhatikan dan di pelajari oleh siswa dari belajar di sekolah dan ruang kelas dalam waktu yang terbatas? (learning).
2.     Bagaimana rencana dan pelaksanaan pembelajaran yang dapat menghasilkan level-level beljar yang tinggi bagi banyak siswa? (instruction).
3.     Bagaimanakah guru memilih atau merencang instrumen- instrumen dan prosedur- prosedur asesmen yang menghasilkan informasi akurat tentang seberapa bagus hasil belajar siswa? (pertanyaan tentang asesmen)
4.     Bagaimanakah guru yakin bahwa tujuan, aktivitas pembelajaran dan asesmennya saling terkait dan bersesuaian? ( pertanyaan tentang kesesuaian semua komponennya).

Dan empat pertanyaan ini akan selalu muncul dalam bab ini dan menjadikan dasar untuk menunjukan cara menggunakan kerangka taksonomi ini.

Tabel Taksonomi, Tujuan, dan Alokasi Waktu Pembelajaran

Dan salah satu pertnyaan yang paling lazim dan abadi tentang kurikulum adalah  apa menfaat belajar ( learning)? Standar-standar nasional  di rumuskan  dalam pendidikan di sekarang ini di masukkan setidaknya untuk memberikan sebagian jawaban atas pertanyaan- pertanyaan di atas. Dalam ringkasan kerangka taksonomi pendidikan ini memang tak langsung menjelaskan manfaat belajar kepada guru. Dan  dengan membantu mereka menerjemahkan standar-standar pendidikan ke pdalam kalimat-kalimat sehari-hari  selaras apa yang ingin mereka capai secara pribadi.

Tabel Taksonomi dan Pembelajaran
Setelah tujuan pembelajaran di tulis di dalam kotak tabel taksonomi. Dua tujuan guru dalam taksonomi  adalah :
1.     Siswa belajar membedakan sistem pemerintah konfederasi, federasi, dan kesatuan.
2.     Siswa belajar membedakan bilangan rasional dan bilangan irasionalnya.

Dan terlepas dari rumusan tujuan tersebut, ketika pembelajaran di arahkan untuk mencapai tujuan- tujuan yang di klasifikasikan sebagai analisis pengetahuan konseptual, guru akan melakukan aktivitas- aktivitas untuk :
·       Memfokuskan perhatian siswa pada kategori- kategori dan klasifikasi- klasifikasi.
·       Memberikan contoh- contoh dan bukan contoh yang membantu siswa memasukkan sesuatu ke dalam kategori yang tepat.
·       Membantu siswa menemukan kategori-kategori yang tepat dalam sistem klasifikasi yang lebih besar.
·       Menekankan perbedaan-perbedaan yang relevan dan penting di antara kategori- kategori tersebut dalam sistem klasifikasi yang lebih besar.

Tabel taksonomi dan asesmen
Dua poin di atas juga mengantarkan kita pada pertanyaan ke tiga. Jenis- jenis tujuan itu berbeda- beda. Untuk melakukan asesmen itu guru dapan memahami dan mengetahui sistem-sistem dan tujuan pemerintahan dengan tujuan pembelajaran tersebut di atas yang telah di jelaskan tadi. Bahwa guru mampu menjelaskan dan menggambarkan sebuah pemerintahan suatu negara imajiner.

Kesesuaian antara Tujuan, Pembelajaran dan Asesmen

Kesesuaian ini adalah merupakan tingkat korespondensi antara tujuan, pembelajaran, dan asesmen. Dan ketidak sesuaian antar tujuan, pembelajaran dan asesmen dapat menimbulkan masalah- masalah. Misalnya dalam pembelajaran yang tidak sesuai dengan asesmennya. Atau juga kebalikannya asesmennya yang tidak sesuai dengan pembelajaran. Tabel taksonomi ini adalah di buat dengan istilah-istilah yang sangat teliti dan menjadikan kerangka untuk melakukan tiga perbandingan itu yang sangat akurat.
PEMBUAT KURIKULUM VS. PELAKSANA KURIKULUM
Selama seratus tahun dari pihak yang di ajarkan oleh guru telah pindah ke  pemerintahan. Akan tetapi kami telah sadar dengan dengan sebagian ahli kurikulum.kami berharap baik dengan kurikulumnya di berikan kepada guru.

BAB 2
Struktu, Spesifikasi, dan Problematika Tujuan

STRUKTUR  TUJUAN
Model tujuan dalam bidang pendidikan yang paling bnyak di pakai di dasarkan pada model Ralph Tyler (1949). Rumusan tujuan yang paling bermanfaat adalah rumusan yang menunjukkan jenis perilaku yang akan di ajarkan kepada siswanya dan isi pembelajaran.
 Dan dalam istilah proses kognitif untuk menggantikkan perilaku dan pengetahuan untuk isi pembelajaran.
Isi versus Pengetahuan
Dalam literatur pendidikan, isi pembelajaran kerap kali di bahas tetapi jarang di definisikan. Pengetahuan ini tidak bersifat statis, tetapi berubah ketika ide-ide dan bukti- bukti baru di terima oleh komunitas ilmuwan dalam disiplin akademis mereka. Dalam konteks ini, isi pembelajaran adalah pengetahuan semcam itu. Oleh karenanya, kami memakai istilah pengetahuan ( buku isi) untuk menunjukkan bahwa semua di siplin ilmu selalu berubah dan berkembang selaras dengan konsensus- konsensus anyar yang di terima dalam di siplin-disiplin ilmu tersebut.
Perilaku versus kognitif
            Mempunyai dua alasan. Pertama, karena behaviorisme merupakan teori psikologi yang dominan pada saat itu. Dan tujuan-tujuan belajar yang umum dan abstrak jadi lebih spesifik dan konkret, sehingga memudahkan guru dalam mengajar dan membelajarkan siswa. Yang kedua,  berkat popularitas manajemen berbasis tujuan, analisis tugas, dan pembelajaran yang terprogram pada saat itu. Dan perilaku terprogram oleh tujuan- tujuan itu dalam bidang pendidikannya. Untuk itu di jelaskan perbedaan tersebut, kami menggunakan istilah proses kognitif sebagai perilaku kognitif dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu dalam tabel taksonomi berisikan dua di mensi, yaitu : empat macam pengetahuan dan enam kategori kognitif dasar.

 SPESIFIKASI TUJUAN
Pancaragam tujuan dalam bidang pendidikan dalam pendidikan dapat di gambarkan sebagai sebuah kontinum yang merentang dari tujuan yang sangat  khusus. Tujuan pendidikan, dan tujuan instruksional, tingkat spesifikasi yang di sebut terakhir kemudian di kenal dengan tujuan instruksionalnya.
Tujuan Global
Tujuan global merupakan hasil belajar yang kopleksdan multifasit. Tiga tujuan global yang diambil di goals, yang berisi tujuan-tujuan pendidikan. Tujuan global berfungsi sebagai misi dan visi untuk masa depan dan seruan bagi para pembuat kebijakan,pembuat kurikulum, guru.
Tujuan Pendidikan
Tujuan global harus di perinci jadi tujuan-tujuan yang lebih khusus dan terencana dalam praktek”nya. Salah satu tujuan dari handbook adalah merumuskan tujuan-tujuan yang khusus buakn tujuan global. Dan tujuan pendidikan  ini untuk menggugah imajinasi agar tidak menyulitkan guru-guru di kelas dalam mengajar.
Tujuan Intruksional
Tujuan pendidikan secara spesifik adalah memfokuskan pembelajaran dan ujian pada materi pelajaran yang sangatspesifik dan sempit yang telah di pelajari oleh siswa.
Ringkasan- ringkasan tingkat tujuan
Tujuan global menjadi visi dan sering sekali dasar untuk menjadikan pendukung program pendidikan. Di tengah kontinum terdapat tujuan pendidikan.
APA YANG BUKAN TUJUAN
Manakal tujuan pendidikan tidak di sebutkan secara gamblang sebenarnya tujuan tersebut telah di sebarkan tersirat dalam aktivitas pembelajaran. Aktivitas pembelajaran bukan tujuan, begitu pula tes atau bentuk asesmennya lainnya bukanlah tujuan.
PERUBAHAN KOSA KATA DALAM RUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN
Inti dari standardisasi pendidikan adalah spesifikasi hasil belajar siswa nasional pada mata pelajaran tertentu di setiap tingkatan kelas. Tujuan di rumuskan bukan hanya dalam kurikulum berbasis standar, melainkan juga dalam program-program pendidikan pada tingkat provinsi dan kabupaten untuk menentukan bahwa siswa remidial  atau tidak. Dan apabila guru tak merumuskan tujuan instruksional yang spesifik, maka guru akan membuat instrumen-instrumen asesmen untuk memperjelas makna pembelajaran.
PROBLEMATIKA TUJUAN
Pada bagian ini, membicarakan sebagian masalah yang berkaitan dengan spesifikasi tujuan dengan pengajaran.
Spesifikasi dan Insklusivitas
Tujuan pendidikan tidak memberikan arahan yang spesifik yang di butuhkan guru untuk merencanakan, dan memudahkan perencanaan pembelajaran siswa. Selain itu, tujuan- tujuan pendidikan memberi ruang kepada guru untuk menafsirkan dan memilih aspek- aspek dalam tujuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan siswa. Dan manfaat dari tujuan pendidikan ini adalah untuk menyelaraskan kecenderungan guru dalam hal mengambil keputusan.
Tujuan yang kaku
Sampai batas- batas ini  semua tujuan sebagai tujuan yang merupakan tujuan ekspresif, dalam arti tak semua siswa belajar sesuatu yang sama pula. Walaupun tidak serupa dengan ciri- ciri tujuan belajar yang ekspresif, bentuk- bentuk yang baru ini asesmen nya jelas di maksudkan untuk mencapai tujuan- tujuan ekspensif.
·       Tujuan Mempresentasikan Proses Belajar atau Prestasi Siswa
·       Keterbatasan Rumusan Tujuan
Kesimpulan
Bahwa tujuan untuk membantu mereka untuk menyampaikan tujuan ini. Walaupun tujuan-tujuan merentang dari yang sangat umum sampai yang sangat spesifik, kami akan menganjurkan penggunaan tujuan yang moderat, yaitu tujuan pendidikan. Proses- proses belajar yang semacam itu yang tak terprediksi berada di luar cangkupan buku. Dan secara singkat menekankan pada rumusan- rumusan pendidikan dengan tujun belajar kognitif yang berorientasi bagi siswa.

 BAB 5
DIMENSI PROSES KOGNITIF
Dari banyak tujuan ada dua tujuan pendidikan yang paling penting adalah meretensi dan menstransfer. Mereetens adalah kemampuan untuk mengingat sampai jangka waktu tertentu sama seperti materi yang telah di ajarkan. Sedangkan menstransfer adalah kemampuan untuk menggunakan apa yang telah di pelajari guna menyelesaikan masalah- masalah yang baru, atau memudahkan kita dalm menjawab pertanyaan yang di ajukan. Dan memudahkan dalam memahami materi yang baru di sampaikan. Tujuan meretensi menuntut siswa untuk selalu mengingat apa yang sudah mereka pelajari, sedangkan menstranfer adalh menuntut siswa bukan hanya untuk mengingat, melainkan juaga memahami dan menggunakan apa yang sudah mereka pelajari.
Tujuan- tujuan pendidikan yang mmudahkan menubuhkan pengingatan adalah sangat mudah untuk di rumuskan, tetapi tujuan- tujuan yang mengembangkan kemampuan untuk menstranfer lebih sulit untuk di rumuskan, di ajarkan , dan di akses.

TIGA MACAM HASIL BELAJAR
 Kita terlebih dahulu akan secara singkat dan ringkas membicarakan tiga skenario belajar. Skenario belajar yang pertama adalah tidak ada aktivitas belajar , skenario yang kedua adalah belajar menghafal, dan skenario yang ke tiga adalah belajar yang bermakna.
·       Tiada  Aktivitas belajar
·       Belajar Menghafal
·       Belajar Yang Bermakna
Belajar yang bermakna ini akan menghasilkan ataupun menghadirkan pengetahuan dan proses- proses kognitif yang siswa butuhkan untuk menyelesaikan masalah.

BELAJAR YANG BERMAKNA  ADALAH MENGKONTRUKSI KERANGKA PENGETAHUAN
Fokus pembelajaran bermakna sesuai dengan pandangan bahwa belajar adalah mengkontruksikan pengetahuan, yang ada di dalamnya adalah siswa mampu memahami pengalaman- pengalaman mereka.
Pembelajaran kontruksi ini di pandang sangat penting dalam tujuan pendidikan ini. Syarat dalam pengetahuan kontruksi ini adalah bukan sekedar memberikan pengetahuan ataupun materi saja namun juga memahami pengetahuan nya. Dan bukan hanya mengenali dan mengingat pengetahuan faktual dengan pertanyaan – pertanyaan saja.

PROSES KOGNITIF DALAM MERETENSI DAN MENSTRANFER

KATEGORI- KATEGORI DALAM DIMENSI PROSES KOGNITIF
1.     MENGINGAT
·       Mengenali
·       Mengingat kembali
2.     MEMAHAMI
o   Menafsirkan
·       Mencontohkan
·       Mengklasifikasian
·       Merangkum
·       Menyimpulkan
·       Membandingkan
·       Menjelaskan

3.     MENGAPLIKASIKAN
·       Mengeksekusi
·       Mengimplementasikan
4.     MENGANALISIS
·       Membedakan
·       Mengorganisasi
·       Mengatribusikan
5.     MENGEVALUASI
·       Memeriksa
·       Mengkritik
6.     MENCIPTA
·       Merumuskan
·       Merencanakan
·       Memproduksi

PROSES KOGNITIF YANG KONTEKSTUAL DAN TIDAK KONSTEKTUAL

CONTOH TUJUAN PENDIDIKAN YANG KONTEKSTUAL
·       Mengingat Apa yang Telah Dipelajari
·       Memahami dan Menggunakan Apa yang Dipelajari

Kesimpulan
Tujun pokok dari bab ini adalah membahas bagaimana mengajar dan mengakses dapat di perluas sehingga melampaui proses kognitif mengingat.

  
 BAB 9
SKETSA PEMBELAJARAN MACBETH
TUJUAN
Tujuan utama unit pelajaran ini adalah siswa belajar menangkap relevansi karya sastra seperti Macbeth dengan kehidupan mereka sendiri. Tujuan dari sekundernya adalah siswa mampu mengingat bagian- bagian terpenting dari drama ini.
AKTIVITAS- AKTIVITA PEMBELAJARAN
Aktivitas Pendahuluan
Pada hari pertama kita memfokuskan pada sebagian konsep dari sebuah drama macbeth ini.
Aktivitas – aktivitas yang Berkaitan dengan Babak I
Meminta siswa untuk menulis sinopsis setiap adegan. Dan kemudian membuka diskusi
Aktivitas- aktvitas yang Berkaitan dengan Babak II
Dan disini di harapkan kepada siswa agar mencatat drama tersebut yang telah di tonton. Pertemuan ini diisi dengan pembacaan drama dan diskusi lagi menggunakan pertanyaan – pertanyaan untuk mengarahkan diskusi.
Aktivitas- aktivitas yang berkaitan dengan Babak III
Dan di sini siswa harus bisa memprediksikan tentang drama tersebut. setelah selesai ini lalu di baca dan di diskusikan kembali. Dan untuk dapat mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang mengarah ke drama tersebut.
Aktivitas- aktivitas yang Berkaitan dengan Babak IV
Oleh karenanya waktu di babak III ke Babak IV jaraknya cukup lama, maka disini akan di ulas kembali dari 3 babak sebelumnya sebelum di lanjutkan ke babak ke IV.
Aktivitas- aktivitas yang Berkaitan dengan Babak V
 Di dalam Babak V ini berisi banyak adegan pendek di dalam drama yang masing- masing berupa akting yang rumit yang melibatkan benyak sekali tokoh figuran, siswa di sini sangat menikmati adegan yang cepat sampai tamat.   
ASESMEN
Tugas asesmen pokoknya adalah proyek kelompok yang nanti di presentasikan di depan kelas.
KOMENTAR PENUTUP
Pada bagian ini kami akan memilih dan mengomentari sketsa pembelajaran Macbeth dengan 4 pertanyaan pokok :
1.     Pertanyaan tentang Pembelajaran
2.     Pertanyaan tentang Intruksi
3.     Pertanyaan tentang Asesmen
4.     Pertanyaan tentang Kesesuaiannya
PERTANYAAN – PERTANYAAN PENUTUP
 Ada dua pertanyaan penting yang wajib di tanyakan :
1.     Apa peran kategori- kategori  proses kognitif yang lebih kompleks dalam menumbuhkan pengetahuan konseptual?
2.     Apa kelebihan dan keurangan dari kebebasan siswa memilih aktivitas pembelajaran dan tugas asesmen?

BAB 14
MENGURAI MASALAH-MASALAH PELIK DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS

Bahwa taksonomi edisi baru ini yang telah di revisi memberi banyak manfaat. Dua kesimpilan di antaranya bertalian dengan pertanyaan tentang pembelajaran.
Transfer dan retensi adalah dua tujuan pembelajaran yang penting.
Proses- proses kognitif berbeda – beda, demikian pula jenis-jenis pengetahuannya.
Dua kesimpulan yang berhubungan dengan pertanyaan tentang intruksi.
1.     Jenis- jeni pengetahuan tertentu biasanya berpasangan dengan proses- proses kognitif tertentu.
2.     Ketidak mampuan dalam menentukan aktivitas- aktivitas pembelajaran dan tujuan- tujuan pendidikan yang dapat mempengaruhi sifat negatif bagi pembelajaran siswa.
Dua kesimpulan berkaitan dengan pertanyaan tentang asesmen
1.     Asesmen mempunyai beragam tujuan,  dua tujuan pokok di antaranya adalah bertujuan meningkatkan pembelajran bagi siswa dan yang ke dua adalah menilai pembelajaran siswa seberapa siswa dalam pembelajaran.
2.     Asesmen eksternal berpengaruh positif dan negatif dalam pembelajaran di kelas.
Tiga kesimpulan yang terkait dengan pertanyaan tentang kesesuaiannya.
1.     Jika asesmennya tidak sesuai dengan tujuan, asesmennya tidak dapat memberi bukti yang jelas tentang pembelajaran siswa yang di inginkan.
2.     Apabila aktivitas- aktivitas tidak sesuai dengan asesmen maka hasil asesmennya yang mungkin terjadi menunjukkan bahwa pembelajaran tidak efektif.
3.     Kalau aktivitas- aktivitas pembelajaran tidak bersesuai dengan tujuan, siswa terlibat aktif dalam aktivitas- aktivitas pembelajaran itu, siswa terlihat aktif dalam pembelajaran, akan tetapi tidak mencapai tujuan pembelajaran yang di inginkan.

KESIMPULAN PERIHAL PEMBELAJARAN

1.Menggunakan Proses- proses Kognitif yang Kompleks untuk Mencapai Tujuan- tujuan yang sederhana.
2.Signifikasi penggunaan kategori- kategori proses kognitif yang kompleks
3.Manfaat Tabel Taksonomi
4.Memilih Jenis Pengetahuan
5.Signifikasi penggunaan jenis- jenis pengetahuan.

KESIMPULAN PERIHAL PEMBELAJARAN
Memahami Hubungan antara Jenis Pengetahuan dan Proses Kognitif
Signifikasi pemahaman tentang hubungan antara jenis pengetahuan dan kategori proses kognitif.
Manfaat taksonomi
Membedakan Aktivitas dan Tujuan Pembelajaran
Perlunya membedakan antara aktivitas dan tujuan pembelajaran

KESIMPULAN PERIHAL ASESMEN
Menggunakan Asesmen Sumatif dan Asesmen Formatif
Signitifikasi penggunaan asesmen sumatif dan asesmen formatif
Menghadapi Asesmen Eksternal
Signitifikasi perhatian pada asesmen eksternal.

KESIMPULAN PERIHAL KESESUAIAN ANTARA TUJUAN, AKTIVITAS PEMBELAJARAN, DAN ASESMEN
Menyesuaikan Asesmen dengan Tujuan
Penyesuaian Aktivitas- aktivitas Pembelajaran dan Asesmen
Penyesuaian Aktivitas- aktivitas Pembelajaran dengan Tujuan
KOMENTAR AKHIR
Penyesuaian ini melibatkan perpaduan antara jenis pengetahuan dan proses kognitif untuk meningkatkan pembelajaran siswa.
MASALAH- MASALAH YANG BELUM TERSELESAIKAN
Setiap orang dari kami mengerahkan upaya terbaik dengan pendekatan yang telah di pilih dengan menyadari aspek- aspek yang menjadikkab kerangka pikir.






Minggu, 06 April 2014

tugas 2 tik motivasi kepemimpinan dan efektivitas kelompok

MOTIVASI KEPEMIMPINAN
DAN
EFEKTIVITAS KELOMPOK




D
i dalam buku ini saya berpendapat bahwa manusia itu di lahirkan dengan ke anekaragaman yang di lihat dari berbagai aspek contoh beberapa  aspek tersebut adalah aspek kekuatan fisik, inteligensia, emosi, spirit, motivasi, dan sebagainnya. Meskipun manusia memiliki berbagai keragaman, adapun kesamaan yang di miliki oleh manusia, yaitu kemampuan menggerakkan diri atau di gerakkan untuk mewujudkan suatu potensi menjadi suatu yang intelektual dan aktual. Potensi-potensi yang di miliki oleh seorang manusia adalah potensi energi tubuh, atau energi otak tidaklah bermakna apa- apa, tanpa adanya kemampuan dan kemauan menggerakkannya.
Buku ini mencakup tentang masalah-masalah kepemimpinan, motivasi, moral kerja di dalam komunikasi, pembuatan keputusan dan kedudukan sistem informasi manajemen di dalamnya, orientasi profesional dan orientasi birokasi dalam administrasi, gaya hidup dan gaya kerja, perilaku manajerial, dan modernisasi administrator dengan beberapa di mensi- dimensinnya. Bahwa pandangan yang selalu optimis, meski boleh menjadi terkesan subjektif, mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih penting dalam kerangka kerja manusia organisasional selain komunikasi. Realitas membuktikan bahwa komunikasi terjadi dalam konteks aneka pekerjaan manusia organisasional, apa pun bentuk dan jenis dari pekerjaan manusia itu sendiri. Rencana kerja organisasi misalnya hanya mungkin di realisasikan jika personalia organisasinya telah mengetahui informasi pekerjaan, jabaran pekerjaan yang akan di lakukan atau di kerjakan oleh manusia.
Salah satu tugas  utama seorang pemimpin adalah membuat keputusan, baik secara sendiri, bersama- sama atau bersama orang lain. Keputusan-keputusan itu yang sangat efektif itu mampu membuat dan membawa kepada sumber daya alam organisasionalnya mampu menggerakkan kepada organisasinya. Dan oleh karena itu mampu membangkitkan organisasi yang berjalan dengan baik dan benar untuk dapat mencapai kepada keputusan-keputusan dengan tujuan yang telah di sampaikan di awal atau sebelumnya.
Di dalam buku yang saya baca ini selama ini aneka pendidikan dan pelatihan-pelatihan telah di gelar di mana- mana . itu semua bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan mencerdaskan otak manusia di negara ini , sehingga kepemimpinan di negara ini berjalan dengan lancar baik dan benar sesuai dengan prosedur hukum dan aturan yang berlaku. Namun sayangnya dalam pekerja kinerja yang riil itu di tampilkan oleh para pasca sarjana dan pelatihan- pelatihan yang ada hanya begitu- begitu saja. Secara nalar dalam buku ini menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan- pelatihan pada salah satu sisi pandang dapat di lihat nyata. Untuk memisahkan mana orang yang mampu dan mana yang tidak mampu.
Dan di sisi lain buku ini memberikan motivasi terhadap para manusia semua bahwa , manusia itu harus di bekali oleh pendidikan atau pesrta mata ajaran kepimpinan dan perilaku manajemen pendidikan program studi di berbagai daerah. Dan menunjukkan bahwa apa yang di ajarkan di Negara ini masih sangat kurang mendalam. Seperti halnya materi kepemimpinan, materi bidang motivasi, perilaku manajerial, komunikasi dan moral. Sesuatu tugas yang besar secara karakteristiknya mempunyai instrumen serta perubahan situasi yang menuntut adanya kesadaran yang hakiki yang akan makna menjadi manusia. Dan dalam buku ini menerangkan bahwa ciri seseorang manusia yang organisasionalnya yang modern yang kita kehendaki saat ini adalah manusia yang sadar, baik dalam kata- kata maupun perbuatan bahwa hanya pada dirinya dan tim kerjannya adalah kunci- kunci keberhasilan yang di tumpukan. Meskipun telah banyak hal yang di terangkan dalam buku-buku lainnya.
Dan saya berpendapat pula bahwa di dalam buku ini menerangkan tentang sumber daya manusia itu menjadi kunci utamanya. Sumber daya yang di maksud itu adalah komitmen yag konsisten dalam memotivasi diri dari pada level tertentu untuk berprestasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinnya. Mereka ini adalah dorongan yang kuat untuk maju secara lebih unggul dari pada yang lainnya untuk menggunakan prinsip kejujuran, tidak cepat merasa puas, inovatif, dan tanpa frustasi yang berlebihan dalam menghadapi aneka perubahan situasi yang berdinamika serta mempunyai daya adaptasibilatasi yang kuat dan tinggi.
 Saat ini kita harus selalu mengedepankan sisi manusia di dalam manajemen multibidang, seperti pemerintahan, perusahaan, lembaga pendidikan, lembaga swadaya, dan usaha sendiri itu tidak berarti menafikkan kehadiran teknologi dan sumber daya yang lainnyaa. Sumber daya yang lainnya itu adalah alat dan bahan untuk membantu dan hany alat pendukung saja. Oleh karena itu sumber daya manusia lah yang sangat penting bagi manusia agar bisa maju dan sejahtera dalam kepemimpinan. Dan motivasi ini untuk membantu dan memberikan sumbangan yang relatif posisinya untuk mencapai tujuan organisasi secara bidang dan kemampuan.


tik nim 5101413003

JURNNAL



J
urnal yang telah baca ini , menyatakan bahwa pengajaran yang divalidasi harus membuktikan bahwa dalam metode pengajaran bagi para siswa harus dengan satu gaya tidak optimal Yaitu gaya yang berbeda . Para pelajar dan mahasiswa telah di survei , pada saat gagal menemukan sebuah penelitian yang telah di terbitkan sebelumnya yang sesuai dengan kriteria yang ada ,dapat di simpulkan bahwa tidak akan ada yang membenarkan dalam proses pendidikan dan bahkan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk membuktikan kebenaran dari gaya - gaya ketetapan dalam praktek pendidikan umum. Bahwa dalam jangka waktu dua sampai beberapa tahun kemudian proses pendidikan melakukan penelitian yang dilakukkan oleh para peneliti proses pendidikan. Alasan untuk membuat proposal itu  sangatlah mudah. Untuk mewujudkan suatu kesuksesan dalam profesi  , dan dalam hal apapun itu. Siswa akan membutuhkan atribut yang ada kaitannya dengan semua kategori gaya belajar . Pengajaran yang memberikan panduan  dan praktek dalam suatu penelitian.  Hampir secara spesifik yang dalam di katakan bahwa keterampilan intuitif (seperti instruksi perguruan tinggi banyak yang tidak  dapat membuat intuitoris yang dapat membuat senang, tapi itu tidak adil  untuk merugikan seseorang  dan juga gagal untuk membantu intuitors mengembangkan keterampilan yang mungkin di perlukan oleh manusia ataupun bahkan lebih penting dari apapun itu.
 Para mahasiswa dan para siswa mempunyai gaya belajar yang sangat  tidak baik ataupun dalam kategori yang kurang benar , tetapi pada intinya yang mungkin ringan, sedang
atau kuat dalam metode yang di ajarkan oleh para pengajar . Kenyataan bahwa siswa dapat di golongkan sebagai penerima materi pendidikan yang ada di indonesia ini. Dapat di katakan bahwa  penginderaan peserta didik itu dapat memajukkan ke sejahteraan bangsa indonesia. Para pendidik itu mengatakan apa-apa yang mereka ajarkan kepada para mahasiswa maupun para siswa yang akan didik nya. tentang baik keterampilan akademik  atau keterampilan penginderaan mereka . Oleh karena itu siswa atau pun mahasiswanya mempunyai gaya belajar yang dapat membaantu keberhasilan dalam karier atau usahanya . Hal ini salah dan bisa dibilang tidak etis untuk memberikan siswa aatau pun mahasiswannyadalam karir atau kurikulum rekomendasi berdasarkan styles dalam pembelajaran mereka. Logika dan penelitian yang dipublikasikan maupun di smbunyikan menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan cara yang cocok sebagai referensi siswa dn mahasiswannya gaya belajar mereka itu lebih cenderung ke arah belajar yang lebih banyak dari pada siswa atau mahasiswa yang  diajarkan dalam suatu pengajaran oleh para pendidik  yang sangat bermanfaat secara serasi. Dan  di dalam pengajaran seorang yang di didik tidak  ada yang mengikuti bagaimana seorang pendidik memberikan instruksi yang cocok sesuai dengan gaya belajar siswa ataupun mahasiswanya. Yang demikian itu adalah  cara optimal untuk mengajar bagi seorang pendidik . dan hal-hal yang sangat tidak memungkinkan bahwa jika lebih dari satu gaya belajar diwakili dalam sebuah kelas maka tidak akan terciptannya suatu pembelajaran yang baik dan benar. Begitu pun sebaliknya,
a)      Gaya mengajar yang optimal keseimbangan (tidak harus satu sama ) antara
kutub masing-masing suatu gaya model pembelajaran yang dipilih oleh para mahasiswa ataupun siswa-siswanya . Bila keseimbangan ini sudah tercapai tujuan pembelajarannya, semua siswa atau mahasiswa yang diajarkan, terkadang dalam modus pilihan mereka , sehingga mereka tidak terlalu nyaman untuk belajar , dan kadang-kadang dalam model yang  kurang disukai oleh  mereka para siswa dan mahasiswanya , sehingga mereka diberikan
praktek dan umpan balik dalam keterampilan penting mereka, dan mungkin tidak pernah berkembang jika instruksi yang sempurna cocok dengan pemikiran mereka yang telah di pikirkan selama in .
b). Sesuatu keseimbangan yang ideal antara kategori gaya belajar tergantung pada subjek , tingkat , dan Tujuan dari kursus dan latar belakang dan keterampilan siswa dan mahasiswa belajar . bagian dari pekerjaan instruktur adalah untuk mencoba untuk memastikan bahwa idealnya untuk mengajar dengan cara yang selalu hadir dalam suatu pembelajaran.

c). Pemikiran para mahasiswa dan siswa dengan gaya belajar mereka dapat meningkatkan kesadaran mereka dari beberapa kekuatan alam dalam proses belajar, dan juga dapat mengingatkan mereka untuk kebutuhan belajar yang baik dan benar, jika belum terselesaikan, bisa menciptakan kesulitan akademik bagi mereka. Instruktur harus membuat jelas, bagaimanapun, bahwa gaya belajar tidak memberikan indikasi apa yang siswa atau pun mahasiswa yang tidak mampu, mereka juga tidak di beri alasan yang sah untuk performa akademis yang buruk. Selama gaya belajar yang dilihat dengan cara moderat ini, mereka akan berwawasan luas yang dapat digunakan dalam pendidikan, dan tidak ada satu pun siswa, guru, maupun psikolog setuju akan  adanya pembelajaran yang  lebih buruk  itu.

tik jurnal nim 5101413003

JURNAL 



 Suatu aspek gaya belajar yang sangat signifikan dalam negeri dan kedua
pendidikan bahasa. Gaya belajar yang disukai oleh para mahasiswa dan siswa. Para pendidik
mengajar dengan  gaya paling instruktur bahasa. Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi pendidikan dengan kebutuhan semua siswa ataupun mahasiswa di luar negeri dan dengan bahasa yang berbeda. Dimensi gaya belajar dalam berbagai aspek di dalam pendidikan , disini di jelaskan bahwa  lima dimensi gaya belajar dikotomis berasal dari karya Felder et al . (1988 , 1993) , menunjukkan cara-cara di mana kebutuhan pendidikan  siswa ataupun mahasiswanya dengan preferensi yang kuat untuk kutub tertentu dari dimensi yang tidak dipenuhi oleh pendekatan trafisional pendidikan untuk sebuah  pengajaran dengan dua  bahasa yang berbeda. Bagian dari  penutup jurnal ini  menawarkan ringkasan saran untuk memenuhi kebutuhan merekapara siswa dan mahasiswa. sensor yang lebih cenderung dari pada intuitorsinya mengandalkan menghafal sebagai strategi pembelajaran dan belajar lebih nyaman dan dengan aturan berikut dan prosedur standar. lntuitors seperti variasi, tidak suka pengulangan , dan cenderung lebih baikdi lengkapi dari sensor untuk mengakomodasi baru konsep dan pengecualian untuk aturan . sensor yang hati-hati tapi mungkin lambat ; intuitors cepat tetapi mungkin ceroboh dengan kecepatan itu tadi .
Ehrman dan Oxford mempelajari strategi pembelajaran dan pendekatan pengajaran22
BAHASA ASING Annals - SPRING 1995 disukai oleh sensor dan intuitors dalam program pelatihan bahasa intensif . sensor  itu yang digunakan berbagai untuk menghafal strategi seperti latihan internal dan kartu flash ,menyukai materi  kelas yang mungkin sebaiknya digambarkan sebagai praktis dari pada aneh , dan menyukai kelas yang sangat terstruktur dan terorganisasi dengan baik dengan tujuan yang jelas  dan tonggak untuk prestasi . Mengajar Intuitors disukai pendekatan yang melibatkan kompleksitas yang lebih besardan variasi, cenderung bosan dengan latihan , dan lebih mampu daripada sensor untuk belajarterlepas dari gaya mengajar instruktur . Jika ada terlalu banyak darihal semacam ini tanpa istirahat , para intuitors yang merupakan mayoritas kelas ,jika hasil pengajaran  mewakili mungkin menjadi bosan dengan subjek dan tentu saja kinerja mereka akibatnya mungkin menurun. Pada sisi lain , bahasa sangat intuitifin struktur mungkin cenderung bergerak terlalu cepat melalui kosa kata dasar dan aturan tata bahasa dalam keinginan mereka untuk mendapatkan lebih banyak bahan yang menarik .  Gramatikal kompleksitas ,dalam nuansa terjemahan ,konsep linguistik dan pertimbangan budaya . Sementara intuitif siswa dapat menikmati topik ini , terlalu menekankan materi tersebut dapat mengakibatkan landasan cukup dalam blok bangunan Siswa mengajar sepenuhnya dengan metode bertentangan dengan gaya belajar mereka dapat dibuat terlalu tidak nyaman untuk belajar secara efektif , tetapi mereka harus memiliki setidaknya beberapa paparan. Mereka metode untuk mengembangkan berbagai macam belajar keterampilan dan strategi ( Smith & Renzulli 1984) . Agar efektif , pengajaran bahasa harus Oleh karena itu mengandung unsur-unsur yang menarik bagi sensor dan unsur-unsur lain yang menarik bagi instuitors bahasa penelitian terbaru dari gaya belajar di luar negeri adalah pendidikan bahasa ( misalnya , Oxford & Ehrman 1993) secara konsisten dalam  menempatkan membaca dalam visual kategori , menyiratkan bahwa instruktur dapat memenuhi kebutuhan pelajar visual semata-mata dengan mengandalkan materi pembelajaran tertulis. Tentu visual yang peserta didik belajar lebih baik jika mereka melihat dan mendengar kata-kata dalam bahasa target , tapi begitu pendengaran
peserta didik : menyajikan materi yang sama dalam cara yang berbeda selalu memiliki efek memperkuat pada retensi . Tantangan bahasa instruktur adalah untuk merancang cara untuk menambahkan presentasi kelas verbal mereka dengan nonverbal Bahan untuk penglihatan misalnya , menunjukkan foto, gambar , sketsa , dan kartun untuk memperkuat presentasi kosakata ,
dan menggunakan film , kaset video , dan dramatisasi untuk menggambarkan pelajaran dalam dialog dan pengucapan . dalam dunia pendidikan hal itu sering di lakukan oleh para pendidik untuk mengajarkan kepada para peserta didik seperti siswa dan mahasiswa. Dan kebanyakan siswa ataupun mahasiswa yang di didik dalam pendidikan malah lebih cepat memahami materi yang sedang di sampaikan oleh para pendidik dengan metode tersebut.